Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Pengumuman Unas Sepi Efek Kebocoran Lamongan

SURYA Online, SURABAYA – Ada yang beda dalam pengumuman hasil ujian nasional di Jatim tahun 2014 ini. Biasanya Dinas Pendidikan Jatim menyambut euforia hasilnya dengan membeber tingkat kelulusan di masing-masing kabupaten/kota lengkap dengan daftar siswa peraih nilai ujian nasional tertinggi. Tahun ini, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun hanya menyampaikan tentang data kelulusan di semua jenjang pendidikan mulai SMA, MA, dan SMK. Harun juga enggan membeber peringkat sekolah dengan nilai rata-rata dan nilai terbaik se-Jatim.

Padahal tingkat kelulusan di Jatim menduduki nomor empat nasional dengan 99,01 persen. Hanya selisih 0,01 persen dari Jawa Tengah di peringkat ketiga, selisih 0,05 persen dengan DI Jogjakarta di peringkat kedua dan selisih 0,06 persen dengan Jawa Barat di peringkat pertama.

Hal ini memunculkan dugaan adanya keterkaitan dengan kebocoran soal yang terjadi di Lamongan yang kini ditangani Polrestabes Surabaya. “Sampean tahu sendiri dua tahun terakhir ini Lamongan selalu juaranya. Lha, kemungkinan tahun ini juga masih juara, tapi kemarin kan terungkap kecurangannya. Jadi lebih baik tidak dibeber peringkat terbaiknya,”kata salah satu guru Surabaya, Senin (19/5/2014).

Setali tiga uang, langkah Harun ini diikuti Dinas Pendidikan Surabaya. Hingga kemarin, Dindik Surabaya juga tidak membeber peringkat sekolah dengan rerata terbaik maupun peringkat siswa dengan nilai unas tertinggi. Padahal sudah menjadi kebiasaan setiap tahun, hal itu selalu disampaikan ke media.

Saat penyerahan surat keputusan hasil ujian nasional (SKHUN) di SMKN 6 Surabaya, masing-masing sekolah hanya disodori daftar siswa yang lulus maupun tidak lulus berikut nilainya, tanpa ada peringkatnya.

Sejumlah kepala sekolah yang ingin mengetahui peringkat siswanya, hanya bertanya ke kasek lain untuk membandingkan.

”Nilai tertinggi siswa saya jurusan IPA 53,35 atas nama Sabrina Husen. Sedangkan IPS 53,20 atas nama Dandy Prasetyo Adi. Gak tahu apakah ini tertinggi atau tidak karena kami tidak mendapat peringkatnya,”sebut Yohanes Mardijono, Kepala SMAN 1 Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Iksan, saat dikonfirmasi tentang tidak adanya peringkat siswa terbaik beralasan masih melakukan verifikasi. Menurutnya, butuh waktu cukup lama untuk memverifikasi data setiap sekolah karena pihaknya tidak mendapat softcopy nilai dari dindik jatim. ”Saat ini saja verifikasi masih di SMKN 16 Surabaya. Mungkin baru besok selesai,”kata Iksan tanpa mau menjanjikan data peringkat siswa terbaik hari ini.

Saat ditanya apakah hal itu terkait kasus di Lamongan, Iksan hanya berseloroh. ”Kan ada ayatnya di Al Quran, tidak boleh membuka aib saudaranya. Itu sama halnya dengan memakan bangkainya sendiri,”katanya tanpa mau berkomentar lebih lanjut.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun membantah sengaja menutup rapat data kelulusan di masing-masing kabupaten/kota. Dia hanya meneruskan keputusan Kemendikbud untuk menyerahkan data kelulusan itu ke masing-masing kabupaten/kota.

”Memang berbeda dengan tahun lalu yang ada daftar peringkatnya. Sekarang nilai akhir sekolah yang tahu ya masing-masing sekolah,”katanya.

Menurut Harun, data yang diterima dari kemendikbud hanya sebatas tentang tingkat kelulusan di Jatim yang mencapai 99,01 persen untuk tingkat SMA/SMK serta 99,967 persen untuk SMK dengan nilai rata-rata 7,63 untuk SMA, 7,36 untuk SMK dan 7,94 untuk kejar paket C.

Apakah nilai rerata ini masuk  terbaik nasional seperti tahun lalu, Harun juga tidak bisa memastikan. ”Yang saya tahu, nilai rerata kami cukup bagus. Tetapi nomor berapa nasional saya tidak tahu,”katanya.

Saat disinggung tidak ada satu pun siswa Jatim yang masuk jajaran 25 peraih nilai terbaik nasional,
Harun mengatakan nilai terbaik siswa tidak mengindikasikan kesuksesan pendidikan di wilayah. Justru yang lebih penting adalah nilai rerata terbaik karena itu menandakan pemerataan pendidikan.

Apakah itu juga tidak terkait dengan kasus di Lamongan? Harun lagi-lagi membantah. ”Ya mungkin siswa daerah lain lebih bagus. Kalau mau mencocokkan silahkan lihat nilai siswa Lamongan apakah lebih baik dari nilai 25 besar itu,”katanya.

Sesuai data  dari Kemendikbud, tak ada satu pun siswa Jatim yang masuk 25 nilai terbaik nasional. Nilai terbaik IPA diraih Ryan Aditya Moniaga dari SMA Kanisius, Jakarta dengan nilai 58,05. Kemudian kelompok IPS diraih Nur Afifah Widyaningrum dari SMAN 1 Jogjakarta dengan nilai 55,85.

Meski demikian, tingkat kelulusan Jatim masuk dalam peringkat empat dengan 99,01 persen. Sejumlah sekolah di Jatim juga mendapat apresiasi positif karena nilai ujian nasionalnya ternyata lebih tinggi dari nilai sekolah. Sekolah tersebut adalah SMA Wachid Hasyim, MA Attaufiqiyah serta SMA Hidayatun Najah.

Sekolah-sekolah ini dinilai jujur karena biasanya sekolah berlomba mendongkrak nilai sekolahnya demi mendapat nilai akhir yang tinggi. Tetapi sekolah ini malah menurunkan nilai sekolahnya dan malah nilai unasnya lebih tinggi.

Staf Khusus Kemendikbud Sukemi juga membantah sengaja tidak memasukkan siswa Jatim dalam daftar 25 terbaik nasional karena adanya kebocoran di Lamongan. ”Faktanya seperti itu, memang tidak ada yang masuk,”tegasnya.

NB: Phositive thinking ajha brooo . . . . . .

Daftar siswa yang mendapatkan nilai UN 2014 tertinggi se-Indonesia

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan siswa-siswi SMU peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi. Ini dia 25 besar peraih nilai UN tertinggi di bidang IPA dan IPS.

"Jadi ini ada peringkat satu sampai dua puluh lima dari tingkat SMA yang IPA dan IPS se-Indonesia. Nah yang nilai ini, itu nilai murni UN, jadi ditotal 6 pelajaran jadinya segitu" ujar Mendikbud M Nuh di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

"Kita bisa lihat wilayahnya merata dan jangan dibilang kalau di luar Jakarta nilainya jelek-jelek. Nyatanya mereka juga bisa masuk ke peringkat ini," imbuh dia.

Berikut peringkatnya:

SMA IPA

1. Ryan Aditya Moniaga 58.05 DKI SMA KANISIUS
2. Annisa Azalia Herwandani 57.65 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
3. Hashina Zulfa 57.65 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
4. Sulistia Fitriaty 57.45 DKI SMA NEGERI 39
5. Fenita Adina Santoso 57.35 JATENG SMA NEGERI 1 PEKALONGAN
6. Felix Utama 57.30 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
7. A Istri Citra Larasati 57.25 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
8. Alief Moulana 57.20 JABAR SMA PRIBADI, KOTA BANDUNG
9. Fitra Febrina 57.20 SUMUT SMA NEGERI 1 MEDAN
10. Ranisa Larasati 57.05 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
11. Christine 56.95 SUMUT SMA SWASTA DJUWITA MEDAN
12. Santi Rahayu 56.90 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
13. I Kadek Dwi Putra Diatmika 56.90 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
14. Dominicus Untariady 56.85 BANTEN SMA SANTA LAURENSIA
15. Samodero Mahardika Patria 56.80 DKI SMA NEGERI 78
16. Kresna Aditya Raharja 56.80 JATENG SMA KARANGTURI
17. Sri Wulan Astuti 56.80 SUMUT SMA NEGERI 2 MEDAN
18. Eveline Yuniarti 56.80 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
19. Gerhard Arya Wardana 56.70 DKI SMA KANISIUS
20. Ricky Gunawan 56.65 DKI SMA KRISTEN IPEKA SUNTER
21. David Tangi 56.65 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 1 MEDAN
22. Muhammad Fahmi Gozal H 56.65 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
23. Muhammad Arif Hidayat 56.60 JABAR SMA PESANTREN UNGGUL AL BAYAN, KABUPATEN SUKABUMI
24. Dewi Sartika 56.60 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 2 MEDAN
25 Grace Mananda Hutabarat 56.60 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG


SMA IPS:

1. Nur Afifah Widyaningrum 55.85 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
2. Rikko Sajjad Nuir 55.70 DIY SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
3. Afdhal Nur Muhammad Daulay 55.50 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
4. Fauzan Alfiansyah Hasibuan 55.40 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
5. Clara Feliciani Sesiawan 55.35 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
6. Utami Ratnasari 55.25 BALI SMA NEGERI 4 DENPASAR
7. Aprillia Dwi Harjanti 55.05 JATENG SMA NEGERI 1 KUDUS
8. Dinda Dea Pramaputri 54.95 DKI SMA NEGERI 70
9. Margaretha Silia Kurnia Herin 54.95 JABAR SMA NEGERI 1 DEPOK
10. Naruti Afifah 54.95 JATENG SMA NEGERI 3 SURAKARTA
11. Hillary Johnson 54.95 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
12. Nala Mazia 54.90 JATENG SMA NEGERI 1 MAGELANG
13. Elisabet 54.85 JABAR SMA KRISTEN 3 BINA BAKTI
14. Hendra Ripin 54.80 SUMUT SMA SWASTA PANGLIMA POLEM RANTAU PRAPAT
15. Muhammad Faizal Pradhana Putra Masemi 54.75 DKI SMA NEGERI 39
16. Anindita Nur Annisa 54.70 DKI SMA NEGERI 28
17. Sofi Nabila 54.70 DIY SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA
18. Assyifa Szami Ilman 54.65 DKI SMA ISLAM AL-AZHAR 1
19. Ahmad Zaky Darmawan 54.60 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
20. Michelle Siaril 54.55 DKI SMA KRISTEN IPEKA PURI INDAH
21. Claudia Juliana 54.55 JABAR SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR, KOTA BANDUNG
22. Indah Rizfa Hannanah 54.40 DKI SMA NEGERI 28
23. Rizal Bintang Rahani 54.40 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
24. Stanisla Kostka 54.40 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG
25. Fathia Oktaviana Fadila 54.35 DKI SMA NEGERI 28

NB: Jangan tiru gambar di atas !!! mari kita hargai almamater kita !!